Keutamaan Belajar Bahasa Arab Dan Ilmu Nahwu Bagi Seorang Muslim

Bagi banyak orang Bahasa Arab dan ilmu nahwu mungkin termasuk jenis ilmu yang asing. Padahal bahasa arab dan ilmu nahwu ini sangat penting untuk bisa memahami makna ayat dan hadits serta doa dan bacaan sholat. Nahwu adalah ilmu dalam bahasa arab yang menjelaskan kaidah-kaidah seputar kedudukan kata di dalam kalimat dan keadaan akhirnya yang bisa […]

Bagi banyak orang Bahasa Arab dan ilmu nahwu mungkin termasuk jenis ilmu yang asing. Padahal bahasa arab dan ilmu nahwu ini sangat penting untuk bisa memahami makna ayat dan hadits serta doa dan bacaan sholat. Nahwu adalah ilmu dalam bahasa arab yang menjelaskan kaidah-kaidah seputar kedudukan kata di dalam kalimat dan keadaan akhirnya yang bisa berubah dan ada juga yang selalu tetap.

Manfaat mempelajari bahasa arab dan ilmu nahwu adalah akan bisa mengerti susunan kalimat di dalam bahasa arab dan makna yang dimaksud oleh penulis atau pembicara dalam bahasa arab. Fokus ilmu nahwu ialah untuk mempelajari keadaan akhir kata di dalam kalimat berbahasa arab yang fasih.

Setiap penuntut ilmu syar’i membutuhkan kajian tentang bahasa arab dan nahwu. Karena untuk memahami bahasa arab tidak bisa terlepas dari kaidah dalam nahwu. Sederhananya, untuk bisa membaca tulisan arab gundul/tidak berharokat dibutuhkan pemahaman tentang nahwu. Lebih daripada itu ilmu nahwu akan membantu kita dalam memahami maksud Allah dan rasul-Nya di dalam al-Qur’an dan as-Sunnah.

Allah  ‘Azza wa Jalla berfirman,

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ قُرْآناً عَرَبِيّاً لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (yusuf:2)

Ibnu Katsir menjelaskan keutamaan bahasa Arab beliau berkata menafsirkan ayat ini,

وذلك لأن لغة العرب أفصح اللغات وأبينها وأوسعها، وأكثرها تأدية للمعاني التي تقوم بالنفوس؛ فلهذا أنزل أشرف الكتب بأشرف اللغات، على أشرف الرسل، بسفارة (8) أشرف الملائكة، وكان ذلك في أشرف بقاع الأرض، وابتدئ إنزاله في أشرفشهور السنة وهو رمضان، فكمل من كل الوجوه

“Yang demikian itu (bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusiaOleh karena itu kitab yang paling mulia diturunkan (Al-Qur’an) kepada rasul yang paling mulia (Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam), dengan bahasa yang termulia (bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (Jibril), ditambah diturunkan pada dataran yang paling muia diatas muka bumi (tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (Ramadhan), sehingga Al-Qur’an menjadi sempurna dari segala sisi.” (Tafsirul Qur’an Al-Adzim 4/366)

Mempelajari ilmu nahwu termasuk kewajiban yang sifatnya fardhu kifayah. Keutamaan mempelajari ilmu ini lebih besar daripada keutamaan melakukan amal-amal sunnah yang lain. Ilmu nahwu tercakup dalam kategori ilmu-ilmu alat; sebagaimana ilmu shorof, ushul fikih, ushul hadits, dsb.

Salah satu ulama yang memberikan motivasi untuk belajar ilmu nahwu adalah Imam Syafi’i rahimahullah. Beliau mengatakan, 

من تبَحَرَّ فى النحو اهتدى إلى كل العلوم

“Barangsiapa yang mendalami ilmu nahwu maka dia akan menemukan jalan/petunjuk menuju segala bidang ilmu/agama.”

Ilmu nahwu adalah bagian penting dalam ilmu bahasa arab. Sementara Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu juga berpesan, 

تعلموا العربية فإنها من دينكم

“Pelajarilah ilmu bahasa arab; karena sesungguhnya ia merupakan bagian penting di dalam agama kalian/Islam.”

Oleh sebab itu tidak ada ceritanya seorang ulama yang ahli dalam agama dan diperhitungkan keilmuannya dalam bidang tafsir, hadits ataupun fikih serta ilmu syari’at lainnya kecuali dia pasti menguasai ilmu nahwu/kaidah-kaidah bahasa arab.

Kedudukan ilmu nahwu ini ibarat jembatan untuk mendalami ilmu agama. Oleh sebab itu tidak boleh kita remehkan atau dipandang sebelah mata. Meskipun demikian kita juga harus memiliki prioritas dan perhatian besar terhadap ilmu-ilmu yang wajib ‘ain semisal tauhid dan ibadah yang wajib kita lakukan sehari-hari.

Bagi generasi muda atau mahasiswa yang masih diberi kemudahan dan kelapangan hendaklah bersemangat untuk menghadiri majelis-majelis ilmu terutama yang membahas dasar-dasar aqidah, akhlak, dan tata-cara ibadah yang dicontohkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain itu lebih bagus lagi jika ia bersemangat untuk menambah pemahaman tentang ilmu nahwu, shorof, membaca kitab. Semoga kita semua diberikan kemudahan dan bersemangat untuk belajar bahasa arab yang begitu besar keutamaannya dan juga termasuk dari bagian agama islam.

Ditulis Oleh : Alfaqir Muhammad Alfan Syarifudin, Lc, S.Pd, M.A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *