Category Fiqh

Doa Sebelum Mendatangi Istri

Didalam Shahihain, dari Ibnu ‘Abbas, sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda: “Jika salah seorang dari kalian ingin mendatangi isterinya (untuk bersetubuh), maka hendaklah ia membaca; بِاسْمِ اللهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّب الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا ‘ALLAHUMMA JANNIBNASY SYAITHAANA WA JANNIBISY SYAITHAANA MAA RAZAQTANAA ( Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan […]

Penjelasan Bab Taat Kepada Wulaatul Amri Dalam Perkara Yang Bukan Kemaksiatan Dan Haramnya Ketaatan Kepada Mereka Dalam Hal Kemaksiatan

Allah Ta’ala berfirman : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. ( QS An Nisa : 59 ) Al ‘Allamah As Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata dalam kitab Riyadhus Shalihin, Baabu Wujuubi Thaa’ati […]

Bagaimana Hukum Mengusap di Atas Kaos Kaki Tatkala Berwudhu ?

Boleh hukumnya mengusap di atas dua kaos kaki tatkala berwudhu sebagaimana mengusap dua sepatu. Ini merupakan madzhab Syafi’i dalam (Al-Majmu’, An-Nawawi 1/499 Dan Al-Hawi Al-Kabir, Al-Mawardi 1/364), madzhab Hanbali dalam (Kasysyaf Al-Qana’ 1/124, 125 dan Al-Mughni, Ibnu Qudamah 1/215), Madzhab Dhahiri dalam (Al-Muhalla, Ibnu Hazm 1/321). Ini juga merupakan pendapat yang dipilih oleh Abu Yusuf […]

Mengusap di Atas Dua Sepatu

Pengertian mengusap (المسحِ) disini adalah إمرارُ اليدِ المبتلَّةِ بلا تسييلٍ ((الفتاوى الكبرى)) لابن تيمية (1/366)، ((التعريفات)) للجرجاني (ص: 272)، ((الدر المختار)) للحصكفي (1/281)، ((حاشية ابن عابدين)) (1/261) “Mengusap dengan tangan yang basah tanpa mengalirkan air” ( Al Fatawa Al Kubra Libni Taimiyyah, 1/366 , At Ta’rifat  Lil Jurjani Hal. 272,….) Adapun pengertian sepatu (الخُفُّ) disini […]

Adakah Doa Pada Setiap Membasuh Anggota Wudhu ?

Tidak disyariatkan membaca doa tertentu pada setiap basuhan tatkala membasuh setiap anggota wudhu, ini merupakan pendapat madzhab Syafi’I dalam (Al-Majmu’, An-Nawawi 1/465) dan (Mughni Al-Muhtaj, Asy-Syirbini 1/62), madzhab Hanbali dalam (Kasysyaf al-Qana’, al-Buhuti 1/103), Salah satu pendapat dalam madzhab maliki, berkata al-Khirasyi Rahimahullah: قال الخرشيُّ: (ما يُقالُ عند فِعل كلِّ عضو، فحديثٌ ضعيفٌ جدًّا، ولا […]

Hukum Membaca Tasmiyah Sebelum Berwudhu

Membaca tasmiyah (bismillah) sebelum berwudhu dianjurkan oleh mayoritas ahli fiqh dari kalangan Hanafiyyah dalam (Al-Bahr Ar=Ra’iq, Ibnu Najim 1/19), (Badai’ Ash-Shanai’, Al-Kisa’i 1/20), Malikiyyah dalam (Maqahib Al-Jalil 1/383), (Syarh Mukhtahar Khalil, Al Khirasyi 1/383), Syafi’iyyah dalam (Tuhfatul Muhtaj, Ibnu Hajar Al-Haitami 1/224), (Al-Umm, Asy-Syafi’i 1.47), (Al-Hawi Al-Kabir, Al-Mawardi 1/129) dan salah satu pendapat dalam madzhab […]

Bagaimana Hukum Membasuh Anggota Wudhu Lebih Dari Tiga Kali ?

Membasuh anggota wudhu melebihi tiga kali hukumnya makruh. Ini merupakan kesepakatan empat madzhab dari kalangan Hanafiyyah dalam (Hasyiah Ibnu ‘Abidin 1/132 Dan Fathul Qadir, Kamal Ibnu Al-Hammam 1/36), Malikiyyah dalam (Asy-Syarh Al-Kabir Dan Hasyiah Ad-Dasuqi 1/102), Syafi’iyyah dalam (Mughni Al-Muhtaj, Asy-Syirbini 1/59 Dan Asna Al-Mathalib, Al-Anshari 1/39) dan Hanabilah dalam (Al-Uddah Syarh Al-Umdah, Baha’uddin Al-Maqdisi […]

Hukum Mengelap Anggota Wudhu Setelah Berwudhu

Diperbolehkan hukumnya mengelap bagian anggota wudhu setelah berwudhu untuk menghilangkan kesan basah dari air bekas air wudhu. Ini merupakan kesepakatan empat madzahab fiqh dari kalangan hanafiyyah (Tabyin Al-Haqaiq, Az-Zila’i 1/7), (Al-Bahr Ar-Ra’iq, Ibnu Najim 1/54), Malikiyyah (Syarh Mukhtashar Khalil, Al Khirasyi 1/140), Adz-Dzakhirah, Al-Qarrafi 1/289), Pendapat mu’tamad dalam madzhab syafi’i (Al-Majmu’, An-Naawi 1/461), (Mughni Al-Muhtaj, […]

Hukum Berbicara Tatkala Berwudhu

Bukanlah perkara haram hukumnya berbicara tatkala sedang berwudhu. Hal ini merupakan kesepakatan para imam empat dari kalangan hanafiyyah (Tabyin Al-Haqaiq 1/67), Malikiyyah memandang terlalu banyak berbicara di tengah wudhu sebagai perkara yang hukumnya makruh. (Asy Syarhu Al Kabir 1/104), Syafi’iyyah (Al-Majmu’ 1/466), berkata An Nawawi Rahimahullah dalam syarah shahih muslim:  قال النوويُّ: (نقل القاضي عياضٌ […]

Batasan Muwalah (Berkesinambungan) Dalam Berwudhu

Muwalah adalah membasuh anggota (wudhu) secara berkesinambungan, sehingga anggota (wudhu) yang pertama tidak sampai kering (dari bekas air wudhu) sebelum membasuh anggota (wudhu) selanjutnya. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah 43/355), (Asy-Syarh Al-Mumti’ 1/192) Ibnu Utsaimin Rahimahullah pernah ditanya :  وسُئل: (إذا اشتغَلَ الإنسانُ بإزالةِ (بُويَة) من يديه عند الوضوءِ؛ فهل تنقطِعُ الموالاةُ ويلزَمُه إعادةُ الوضوء أو لا؟ […]