Category Tanya jawab

Bagaimana Hukum Mengusap di Atas Kaos Kaki Tatkala Berwudhu ?

Boleh hukumnya mengusap di atas dua kaos kaki tatkala berwudhu sebagaimana mengusap dua sepatu. Ini merupakan madzhab Syafi’i dalam (Al-Majmu’, An-Nawawi 1/499 Dan Al-Hawi Al-Kabir, Al-Mawardi 1/364), madzhab Hanbali dalam (Kasysyaf Al-Qana’ 1/124, 125 dan Al-Mughni, Ibnu Qudamah 1/215), Madzhab Dhahiri dalam (Al-Muhalla, Ibnu Hazm 1/321). Ini juga merupakan pendapat yang dipilih oleh Abu Yusuf […]

Adakah Doa Pada Setiap Membasuh Anggota Wudhu ?

Tidak disyariatkan membaca doa tertentu pada setiap basuhan tatkala membasuh setiap anggota wudhu, ini merupakan pendapat madzhab Syafi’I dalam (Al-Majmu’, An-Nawawi 1/465) dan (Mughni Al-Muhtaj, Asy-Syirbini 1/62), madzhab Hanbali dalam (Kasysyaf al-Qana’, al-Buhuti 1/103), Salah satu pendapat dalam madzhab maliki, berkata al-Khirasyi Rahimahullah: قال الخرشيُّ: (ما يُقالُ عند فِعل كلِّ عضو، فحديثٌ ضعيفٌ جدًّا، ولا […]

Hukum Membaca Tasmiyah Sebelum Berwudhu

Membaca tasmiyah (bismillah) sebelum berwudhu dianjurkan oleh mayoritas ahli fiqh dari kalangan Hanafiyyah dalam (Al-Bahr Ar=Ra’iq, Ibnu Najim 1/19), (Badai’ Ash-Shanai’, Al-Kisa’i 1/20), Malikiyyah dalam (Maqahib Al-Jalil 1/383), (Syarh Mukhtahar Khalil, Al Khirasyi 1/383), Syafi’iyyah dalam (Tuhfatul Muhtaj, Ibnu Hajar Al-Haitami 1/224), (Al-Umm, Asy-Syafi’i 1.47), (Al-Hawi Al-Kabir, Al-Mawardi 1/129) dan salah satu pendapat dalam madzhab […]

Bagaimana Hukum Membasuh Anggota Wudhu Lebih Dari Tiga Kali ?

Membasuh anggota wudhu melebihi tiga kali hukumnya makruh. Ini merupakan kesepakatan empat madzhab dari kalangan Hanafiyyah dalam (Hasyiah Ibnu ‘Abidin 1/132 Dan Fathul Qadir, Kamal Ibnu Al-Hammam 1/36), Malikiyyah dalam (Asy-Syarh Al-Kabir Dan Hasyiah Ad-Dasuqi 1/102), Syafi’iyyah dalam (Mughni Al-Muhtaj, Asy-Syirbini 1/59 Dan Asna Al-Mathalib, Al-Anshari 1/39) dan Hanabilah dalam (Al-Uddah Syarh Al-Umdah, Baha’uddin Al-Maqdisi […]

Hukum Mengelap Anggota Wudhu Setelah Berwudhu

Diperbolehkan hukumnya mengelap bagian anggota wudhu setelah berwudhu untuk menghilangkan kesan basah dari air bekas air wudhu. Ini merupakan kesepakatan empat madzahab fiqh dari kalangan hanafiyyah (Tabyin Al-Haqaiq, Az-Zila’i 1/7), (Al-Bahr Ar-Ra’iq, Ibnu Najim 1/54), Malikiyyah (Syarh Mukhtashar Khalil, Al Khirasyi 1/140), Adz-Dzakhirah, Al-Qarrafi 1/289), Pendapat mu’tamad dalam madzhab syafi’i (Al-Majmu’, An-Naawi 1/461), (Mughni Al-Muhtaj, […]

Batasan Muwalah (Berkesinambungan) Dalam Berwudhu

Muwalah adalah membasuh anggota (wudhu) secara berkesinambungan, sehingga anggota (wudhu) yang pertama tidak sampai kering (dari bekas air wudhu) sebelum membasuh anggota (wudhu) selanjutnya. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah 43/355), (Asy-Syarh Al-Mumti’ 1/192) Ibnu Utsaimin Rahimahullah pernah ditanya :  وسُئل: (إذا اشتغَلَ الإنسانُ بإزالةِ (بُويَة) من يديه عند الوضوءِ؛ فهل تنقطِعُ الموالاةُ ويلزَمُه إعادةُ الوضوء أو لا؟ […]

Hukum Berwudhu Untuk Membaca Al-Quran

Boleh hukumnya bagi seorang yang berhadats kecil untuk membaca Al-Quran tanpa menyentuhnya, walaupun yang lebih utama dia berwudhu terlebih dahulu. عن المهاجرِ بن قُنفذ رَضِيَ اللهُ عنه قال)) :  أنَّه أتى النبيَّ صلَّى الله عليه وسلَّم، وهو يبولُ، فسلَّمَ عليه فلم يَرُدَّ عليه حتَّى توضَّأَ، ثم اعتذَرَ إليه، فقال: إنِّي كَرِهتُ أن أذكُرَ اللهَ إلَّا على […]

Apa Hukum Memanfaatkan Benda Najis ?

Boleh hukumnya memanfaatkan benda najis dalam perkara selain makan dan minum dan pakaian dan sejenisnya. Ini merupakan  madzhab syafi’iyyah (Al Majmu’ , An Nawawi 4/ 446) Dan Mughni Al Muhtaj 1/309) Dan Salah Satu Pendapat Dalam Madzhab Maliki (Mawahib Al Jalil, Al Haththab 1/172) Dan Pendapat Imam Ahmad (Al Inshaf, Al Mardawi 4/204). Berdasarkan dalil: […]

Apa Hukum Wanita Menyertai Penguburan Jenazah ?

Pertanyaan : Apa Hukum Wanita Menyertai Penguburan Jenazah ? Jawaban : Nabi shallahu ‘alahi wa sallam melarang kaum wanita untuk menyetai jenazah. Hal ini berdasarkan hadits dari Ummu ‘Athiyyah radhiyallahu ‘anha: نهينا عن اتباع الجنائز ولم يعزم علينا “Kami dilarang untuk mengantar jenazah dan beliau tidak menguatkannya atas kami.” (HR. Al-Bukhary dan Muslim) Berkata Ibnu […]

Apa Hukum Membatalkan Shalat Sunnah Tanpa Alasan Syar’i?

Pertanyaan : Apa Hukum Membatalkan Shalat Sunnah Tanpa Alasan Syar’i? Jawaban : Bismillah walhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah. Secara asal dari suatu amalan ibadah adalah tidak boleh dihentikan di tengah-tengah; karena Allah telah melarang untuk membatalkan amal selain hal itu termasuk bermain-main dan juga merusak kehormatan ibadah. Allah Ta’ala berfirman: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا […]