Silaturahmi dari Tim Majalah As-Sunnah

Pada hari selasa 09 Maret 2021, Ma’had Aly Makkah kedatangan tamu dari tim majalah As-Sunnah. Majalah As-Sunnah merupakan majalah dakwah Ahlu Sunnah wal Jama’ah yang menyakitan materi-materi ilmiah berdasarkan pemahaman salafus shalih, dari narasumber dan refrensi yang terpercaya. Kedatangan tim majalah As-Sunnah guna menjalin silaturahmi antar muslim dan memberikan penawaran kerjasama pemasangan iklan penerimaan mahasantri […]

Tata Cara Memotong Kumis Yang Benar

Dalam hal ini, seorang muslim diberikan kelonggaran dalam mencukur kumis, antara mencukur tipis bagian ujung kumisnya sehingga tidak menutupi bagian bibir atasnya dan ini adalah madzhab jumhur dari kalangan Hanafiyyah dan Malikiyyah dan Syafi’iyyah (Fathul Qadir, Ibnu Humam 3/34), (Hasyiyah Ibnu ‘Abidin 2/550), (Al Bayan Wat Tahshil, Ibnu Rasyid 9/373) ,(Hasyiah Al ‘Adawi 2/578), (Al […]

Hukum Bersiwak Bagi Orang Yang Berpuasa

Tidak dimakruhkan bagi orang yang berpuasa untuk menggunakan siwak di waktu kapanpun, termasuk setelah zawal (masuk dhuhur) Berkata Ibnul Mundzir rahimahullah: قال ابن المُنذِر: (واختلفوا في السِّواكِ للصَّائم، فرخَّصَ في السِّواكِ للصَّائِمِ بالغُدوة وبالعَشِيِّ النَّخعيُّ، وابنُ سيرين، وعروة بن الزبير، ومالك، وأصحاب الرأي. ورُوِيَت الرخصةُ فيه عن عمر بن الخطاب، وابن عباس, وعائشة) ((الإشراف)) (3/134). […]

Hukum Mencukur Kumis

Disunnahkan mencukur kumis, ini merupakan kesepakatan Madzhab yang empat: Madzhab Hanafi dalam (Al mabsuth milik As sarkhasi 4/67 dan Hasyiyah Ibnu Abidin 6/405), Madzhab Maliki dalam (Hasyiyah al ‘adawi ‘ala kifayatuth thali bar Rabbani 1/382 dan Adz dzakhirah milik Al qarrafi 13/279), Madzhab Syafi’I dalam (Al majmu’ milik An nawawi 1/287 dan Tharhu ats tsatsrib […]

Hukum Darah Manusia Dan Hewan

Darah yang memancar keluar dari tubuh manusia dan hewan statusnya najis. Berdasarkan dalil: قول الله تعالى: قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ [الأنعام: 145]. Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu […]

Apa Status Hukum Muntahan Manusia ?

Status hukum muntahan manusia adalah suci. Ini merupakan pendapat sebagian ulama’ Malikiyyah seperti Ibnu Rusyd, Al Qadhi ‘Iyadh dan selain keduanya dengan syarat muntahan tersebut tidak menyerupai salah satu sifat kotoran (lihat Mawahib Al Jalil, Al Haththab : 2/176) Dan (Manhu Al Jalil, ‘Alaisy: 1/48) dan pendapat yang dipilih oleh Asy-Syaukani, beliau berkata:  (النَّجاساتُ هي: […]

Status Kencing Bayi Laki-Laki Dan Anak Kecil Perempuan

Kencing bayi laki-laki maupun perempuan baik sudah bisa makan atau belum, keduanya najis. Hal ini berdasarkan kesepakatan empat madzhab dari kalangan Hanafiyyah (Al Banayah Syarh Al Hidayah, Al ‘Aini 1/728) dan (Ad Durr Al Mukhtar dan Hasyiyah Ibnu ‘Abidin : 1/318), pendapat yang masyhur dariMadzhabMaliki (Manhu Al Jalil : ‘Alaisy 1/54) dan (Syarh Mukhtashar Khalil, […]

Sesuatu Najis Yang Keluar dari Dua Jalan Kemaluan

Sesuatu yang keluar dari dua jalan (kemaluan) manusia, berupa kencing maupun tinja maka hukumnya najis. Berdasarkan hadits: عن أنسِ بنِ مالكٍ رَضِيَ اللهُ عنه: ((أنَّ أعرابيًّا بال في المسجِدِ، فقام إليه بعضُ القَومِ، فقال رسولُ الله صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: دَعُوه ولا تُزْرِمُوه، قال: فلمَّا فرَغ دَعا بدَلْوٍ مِن ماءٍ فصَبَّه عليه. رواه البخاري (6025)، ومسلم […]

Apa Hukum Memanfaatkan Benda Najis ?

Boleh hukumnya memanfaatkan benda najis dalam perkara selain makan dan minum dan pakaian dan sejenisnya. Ini merupakan  madzhab syafi’iyyah (Al Majmu’ , An Nawawi 4/ 446) Dan Mughni Al Muhtaj 1/309) Dan Salah Satu Pendapat Dalam Madzhab Maliki (Mawahib Al Jalil, Al Haththab 1/172) Dan Pendapat Imam Ahmad (Al Inshaf, Al Mardawi 4/204). Berdasarkan dalil: […]

Sikap Yang Diambil Ketika Ragu Mengenai Adanya Najis

Barangsiapa yang meragukan antara suci dan najisnya suatu benda, maka hendaknya keyakinannya dibangun di atas hukum asal benda tersebut. Apabila benda tersebut hukum asalnya suci, maka kita kembalikan kepada hukum sucinya, sebaliknya apabila benda tesebut hukum asalnya najis maka kita kembalikan kepada hukum najis pada benda tersebut. Ini merupakan madzhab mayoritas ulama dari kalangan Hanafiyyah […]